PENGUJIAN HIPOTESIS
A.
Pendahuluan
Hipotesis
pada dasarnya merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin benar dan
sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan
untuk dasar penelitian lebih lanjut.
B.
Jenis Kesalahan (Type of Error)
Ada
dua jenis kesalahan yang bias terjadi di dalam pengujian hipotesis. Kesalahan
bisa terjadi karena kita menolak hipotesis nol padahal hipotesis nol itu benar
atau menerima hipotesis nol padahal hipotesis nol itu salah. Kesalahan yang
disebabkan karena kita menolak hipotesis nol padahal hipotesis nol itu benar
disebut kesalahan jenis pertama atau type 1 error. Sebaliknya kesalahan yang
disebabkan karena kita menerima hipotesis nol padahal hipotesis itu salah
disebut kesalahan jenis 2 atau type 2 error.
Situasi
|
Keputusan
Ho Benar
Ho Salah
Terima
HoKeputusan tepat (1 – α)Kesalahan jenis 2 (β)Tolak HoKesalahan
jenis 1 (α)Keputusan tepat (1 –
β)
C.
Perumusan Hipotesis
Hipotesis
yang berupa anggapan/pendapat dapat didasarkan atas :
a)
Teori
b)
Pengalaman
c)
Ketajaman berpikir. Orang yang cerdas sering mempunyai pendapat tentang
pemecahan suatu persoalan
Hipotesis
dinyatakan dalam Ho dan Ha atau H1 sebagai alternatifnya. Ho selalu
dinyatakan dalam bentuk :
Ho
; d = 0
dan
hipotesis alternatif mempunyai bentuk
a)
H1 ; d < 0
b)
H1 ; d > 0
c)
H1 ; d ≠ 0
(a)dan
(b) disebut pengujian satu arah (one tail) dan (c) disebut pengujian dua arah
(two tail test).
Gambar
pengujian dua arah :
D.
Pengujian Hipotesis Tentang Rata-rata
1.
Pengujian Hipotesis Satu Rata-rata
Urutan
yang perlu diperhatikan dalam pengujian hipotesis tentang satu
rata- rata adalah sebagai berikut :
- i. Rumuskan hipotesis
H0
: μ = μ0
H1
: μ < μ0 atau μ > µ0
atau μ ≠ µ0
- ii. Tentukan nilai α = tingkat nyata (significan level) = probabilitas untuk melakukan kesalahan jenis I dan cari nilai Zα atau Zα/2dari Tabel Normal
- iii. Hitung Z0 sebagai kriteria pengujian, rumus
untuk
n ≥30
Jika
n < 30 maka Z0, Zαatau Zα/2 diganti dengan
t0, tαatau tα/2.
Dengan
rumus to adalah :
Dengan
derajat kebebasan n – 1.
- iv. Pengujian hipotesis dan pengambilan kesimpulan
- H0 : μ = μ0 apabila Z0 > Zα, Ho ditolak
H1
: μ > μ0 apabila
Z0 ≤ Zα, Ho diterima
- H0 : μ = μ0 apabila Z0 < – Zα, Ho ditolak
H1
: μ < μ0 apabila
Z0 ≥ – Zα, Ho diterima
- H0 : μ = μ0 apabila Z0 > Zα/2 atauZ0 < -Zα/2, Ho ditolak
H1
: μ ≠ μ0 apabila
-Zα/2 ≤ Z0 ≤ Zα/2, Ho diterima
Contoh
1:
Sebuah
perusahaan alat olah raga mengembangkan jenis batang pancing sintetik, yang
dikatakan mempunyai kekuatan dengan rata-rata 8 kg dan simpangan baku 0,5 kg.
Ujilah hipotesa yang menyatakan bahwa rata-rata kekuatan batang pancing adalah
8 kg dengan alternative lebih besar dari 8 kg bila suatu sample 50 batang
pancing itu setelah dites memberikan kekuatan rata-rata 8,4 kg. Gunakan α = 5%.
Jawab
:
H0
: μ = 8 kg
H1
: μ > 8 kg
α = 5%, Zα= 1,64 dari tabel
normal
=
α = 5%
|
|
Oleh
karena Z0 > Zα, maka H0 ditolak,
yang berarti bahwa rata-rata kekuatan batang pancing adalah lebih dari 8 kg.
Contoh
2:
Waktu
rata-rata yang diperlukan permahasiswa untuk mendaftar ulang pada semester
ganjil di suatu perguruan tinggi adalah 20 menit dengan simpangan baku 5 menit.
Suatu prosedur pendaftaran baru yang menggunakan mesin antrian sedang dicoba.
Bila sample 12 mahasiswa memerlukan waktu pendaftaran rata-rata 8 menit dengan
simpangan baku 3,2 menit dengan system baru tersebut, ujilah hipotesis yang
menyatakan bahwa rata-ratanya sekarang tidak sama dengan 20 menit. Gunakan α = 5%.
Jawab
:
n
= 12, = 8 menit, s =3,2 menit, µo = 20 menit
H0
: μ = 20 menit
H1
: μ ≠ 20 menit
=
α = 0,05 dan derajat
kebebasan = n – 1 = 12 – 1 = 11
t
α/2(n -1) =t 0,025(11) =
2,2010 dan – t 0,025(11) = – 2,2010
Daerah
Kritis :
|
|
||||||
Kesimpulan
:
Karena
t0 = – 12,9 < -tα/2 - -2,2010 maka H0
ditolak. Berarti bahwa rata-rata lamanya pendaftaran studi dengan menggunakan
mesin antrian tidak sama dengan 20 menit, bahkan hanya membutuhkan waktu 8
menit, jadi sebaiknya diberlakukan system pendaftaran yang baru dengan mesin
antrian.
- 2. Pengujian Hipotesis Dua Rata – rata.
Dalam
praktek, seringkali ingin diketahui apakah ada perbedaan yang berarti dari dua
rata-rata populasi. Misalnya
- Kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan antara pekerja pria dan wanita
- Kekuatan dua jenis besi berani
- Lamanya menyala bola lampu merek A dan B
Perumusan
Hipotesisnya adalah sebagai berikut :
H0
: μ1 – μ2 = 0 atau μ1 = μ2 (Tidak ada
perbedaan, atau sama)
(1)
Ha : μ1 – μ2 > 0 (ada
perbedaan μ1 > μ2 )
(2)
Ha : μ1 – μ2 < 0 (ada
perbedaan μ1 < μ2 )
(3)
Ha : μ1 – μ2 ≠ 0 (μ1 berbeda dengan μ2 )
a).
Bila n > 30 (sample besar)
Z0
= =jika
b).
Bila n ≤ 30 (sample kecil)
t0
=
t0
mempunyai distribusi t dengan derajat kebebasan sebesar n1 + n2
-2.
Contoh
:
Seorang
pemilik toko yang menjual 2 macam bola lampu merek A dan B, berpendapat bahwa
tak ada perbedaan rata-rata lamanya menyala bola lampu kedua merek tersebut
dengan alternative ada perbedaan. Untuk menguji pendapatnya dilakukan percobaan
dengan menyalakan 100 buah bola lampu merek A dan 50 buah bola lampu merek B,
sebagai sample acak. Ternyata bola lampu merek A dapat menyala rata-rata selama
952 jam, sedangkan merek B 987 jam, masing-masing dengan simpangan baku sebesar
85 jam dan 92 jam. Dengan menggunakan α = 5%, ujilah pendapat tersebut.
Jawab
:
H0
: μ1 – μ2 = 0
Ha
: μ1 – μ2 ≠ 0
n1
= 100, = 952, σ1 = 85
n2
= 50, = 987, σ2 = 92
n2
= 50, = 987, σ2 = 92
Z0
= =
Untuk
α = 5%, Z α/2 = 1,96
|
|
||||||
Kesimpulan
:
Karena
Z0 = -2,25 < -Zα/2 = – 1,96 maka H0
ditolak. Berarti rata-rata lamanya menyala bola lampu dari kedua merek tersebut
tidak sama.
3.
Pengujian Hipotesis Rata-rata, Variance Tidak Diketahui
a.
Uji beda rata-rata sampel besar (n >30). ((s1 ¹s2 tidak diketahui)
Digunakan
rumus:
s2=
Varian sample
Kasus:
“Pendapatan sebelum dan sesudah promosi sama??
Anda
disuruh untuk menguji pernyataan tersebut, pada a = 5 %, kemudian anda
mengamati selama 36 hari sebelum ada promosi, dengan rata-rata penjualan Rp.
13,17 dan standar deviasi Rp. 2,09. Setelah ada promosi: Rata-rata pendapatan
Rp 7,55 dan St.deviasi Rp. 1,09.
Langkah
Pengujian hipotesa:
1.
Merumuskan hipotesa:
Ho
= m1 – m2 = 0
Ha
= m1 – m2 ¹ 0
2.
Menentukan taraf nyata ( 5%). Nilai kritis Za/2 = Z0,025 =1,96
Lihat
tabel luas wilayah kurva normal.
Z
-1,96
1,96
3.
Alat Uji
=
13,95
4.
Kriteria
Lihat
kurva diatas.
Tolak
Ho
Tolak Ho
Z
-1,96
1,96
5.
Keputusan
Tolak
Ho, artinya tidak cukup bukti untuk mendukung pernyataan diatas, yang
mengatakan, bahwa rata-rata pendapatan perusahaan sebelum dan sesudah promosi
sama
b.
Uji beda rata-rata sampel kecil (n <30). (s1 ¹s2 tidak diketahui)
Digunakan
rumus:
Ujilah
pernyataan: Obat “X” dan obat “Y” memiliki efek yang sama terhadap
penurunan berat badan?
Obat “X”
|
|
Ana
|
5.5
|
Ani
|
6.0
|
Anu
|
4.0
|
Ano
|
4.0
|
Ane
|
4.5
|
Bada
|
5.0
|
Badi
|
5.0
|
Badu
|
5.5
|
Bado
|
5.5
|
Bade
|
5.0
|
Obat “Y”
|
|
DONA
|
5.0
|
DONI
|
5.5
|
DONU
|
5.0
|
DONO
|
4.0
|
DONE
|
3.5
|
TOGA
|
3.0
|
TOGI
|
3.5
|
TOGU
|
4.0
|
TOGO
|
4.0
|
TOGE
|
3.5
|
Langkah-langkah pengujian hipothesis
1.
Rumuskan Hipothesis:
Ho
= 0 : Obat “X” dan “Y” memiliki efek yang sama terhadap penurunan berat badan.
Ha
¹ 0: Obat “X” dan “Y” memiliki efek yang TIDAK sama terhadap
penurunan berat badan.
2.
Menentukan Taraf nyata (a) = 5 %
3.
Memilih Statistik Uji yang sesuai
Mencari
T hitung
dimana
derajat bebas db= (n1 +n2) - 2 , Sebesar 2,1009
4.
Menentukan kriteria keputusan
Tolak
Ho
-
ta/2= – 2,1
ta/2=
2,1 t hit= 2,714
5.
Keputusan
Tolak
Ho, sehingga pernyataan kedua jenis obat tersebut memberi efek penurunan berat
badan yang sama tidak dapat diterima.
4.
Pengujian Hipotesis Rata-rata Data Berpasangan
Data
berpasangan adalah data yang memiliki dua perlakuan berbeda pada objek atau sampel
yang sama
Misalnya.
Pengaruh
Produktivitas sebelum dan sesudah pelatihan bagi Badu. Jadi disini ada dua
perlakuan, pada sampel yang sama. Data seperti ini disebut data tidak bebas
atau non-independent.
Alat
Uji Statistik
Dengan
standar deviasi,
Dimana,
t
: Nilai distribusi t
:
Nilai rata-rata perbedaan antara pengamatan berpasangan
Sd
: Standar deviasi dari perbedaan antara pengamatan berpasangan
n
: Jumlah pengamatan berpasangan
d
: Perbedaan antara data berpasangan
Kasus.
Bagaimana dampak Bom di Indonesia terhadap harga saham?
Prsh
|
Harga
Sebelum bom
|
Hrg.
sesudah Bom
|
A
|
9
|
5
|
B
|
5
|
5
|
C
|
7
|
6
|
D
|
6
|
4
|
E
|
8
|
6
|
F
|
7
|
4
|
G
|
4
|
2
|
H
|
4
|
1
|
I
|
3
|
3
|
J
|
7
|
6
|
Penyelesaian:
1.
Perumusan Hipotesa
Ho
: md = 0
Ha
: md ¹ 0
2.Menentukan
taraf nyata 5 %. Nilai t-Student dengan taraf nyata % % uji satu arah dengan
derajat bebas(db) n-1 = 9 adalah 2,262
3.
Melakukan Uji statistik
Sebelum
|
Sesudah
|
d
|
d2
|
9
|
5
|
-4
|
16
|
5
|
5
|
0
|
0
|
7
|
6
|
-1
|
1
|
6
|
4
|
-2
|
4
|
8
|
6
|
-2
|
4
|
7
|
4
|
-3
|
9
|
4
|
2
|
-2
|
4
|
4
|
1
|
-3
|
9
|
3
|
3
|
0
|
0
|
7
|
6
|
-1
|
1
|
→
→
Kriteria
Keputusan
Tolak
Ho
-
0,432 1,833
Keputusan
Tolak
Ho (md = 0) berati terima Ha (md ¹ 0) Berarti harga saham sebelum dan sesudah
ada bom tidak sama.
5.
Pengujian Hipotesis untuk Proporsi
- a. Pengujian Hipotesis untuk Satu Proporsi
Dalam
praktek, yang harus diuji seringkali berupa pendapat tentang proporsi
(persentase). Misalnya persentase barang yang rusak = 10%, nasabah yang tidak
puas = 25%, penduduk suatu daerah yang buta huruf = 15%, dan lain sebagainya.
Pengujian hipotesis dinyatakan dalam proporsi.
Perumusan
hipotesis sebagai berikut :
H0
: p = p0
H1
: p > p0, atau p < p0, atau p ≠ p0
Cara
pengujiannya sama dengan pengujian rata-rata.
Z
0 =
Dimana
: n = banyaknya elemen sample
X
= banyaknya elemen sample dengan karakteristik tertentu
P0
= proporsi hipotesis.
Contoh
soal :
Seorang
pemborong menyatakan bahwa di 70% rumah-rumah yang baru dibangun di
kotaYogyakartadipasang suatu alat pendeteksi gempa bumi. Apakah anda setuju
dengan pernyataan tersebut bila diantara 15 rumah baru yang diambil sebagai
sample secara acak ternyata terdapat 8 rumah yang menggunakan alat pendeteksi
gempa bumi tersebut. Gunakan taraf nyata 0,10.
Jawab
:
X
= rumah yang menggunakan alat pendeteksi gempa bumi = 8
n
= 15
H0
: p0 = 0,7
H1
: p0 ≠ 0,7
α = 0,10, maka Zα/2 = Z0,05 =
1,645
Z0
=
Daerah
kritis :
Kesimpulan
:
Karena
Z0 terletak antara –Zα/2 dan Zα/2 maka terima H0,
yang berarti bahwa tidak ada alasan yang kuat untuk meragukan pernyataan
pemborong di atas.
b.
Pengujian Hipotesis untuk Dua Proporsi
Untuk
menguji proporsi dari dua populasi digunakan suatu pengujian hipotesis yang
menggunakan perumusan hipotesis sebagai berikut :
H0
: p1 – p2 = 0 atau p1 = p2 dengan
H1
: p1 – p2 > 0 atau p1 > p2
p1
– p2 < 0 atau p1 < p2
p1
– p2 ≠ 0 atau p1 ≠ p2
Dengan
rumus untuk
Z0
=
Contoh
:
Sebuah
pabrik rokok memproduksi dua merek rokok yang berbeda. Ternyata 56 orang
diantara 200 perokok menyukai merek A dan 29 diantara 150 perokok menyukai merk
B. Dapatkah kita menyimpulkan pada taraf nyata 0,06 bahwa merek A terjual lebih
banyak daripada merek B?
Jawab
:
p1
= ; p2 =
H0
: p1 – p2 = 0 atau p1 = p2
H1
: p1 – p2 > 0 atau p1 > p2
α = 0,06, Zα = 1,55
Z0
=
Z0
=
Daerah
kritis
Z
= 1,55 Z = 40,18
Kesimpulan
:
Karena
Z0 = 40,18 > Zα = 1,55 maka tolak H0. Yang
berarti proporsi penjualan rokok merek A lebih banyak daripada penjualan rokok
merek B.
by fahmi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar